LINUX – Sistem Operasi Yang Mengubah Dunia


Pernah dengar Linux  ? Jika belum pernah mendengar, maka silahkan dengarkan ocehan saya berikut ini. Tapi bagi anda yang sudah familiar dengan Linux saya sarankan tidak usah mendengar ocehan saya ini, karena anda akan bosan dan ketiduran di depan computer (sumpah, saya tidak bohong).

Sejarah (singkat)

Linux adalah salah satu dari sekian banyak sistem operasi di dunia ini. Apa sistem operasi itu ? Hmm… agak susah menjelaskannya. Begini saja, apakah anda pengguna MS. Windows ? Baik itu Windows 9x (95,98,98 SE), Windows XP, maupun Windows Vista ? Nah, Windows itulah yang disebut sistem operasi. Dulu, saat saya mulai belajar tentang komputer di SD (meskipun kebanyakan cuma teori), saya kira hanya ada satu OS  Operating System – bahasa inggris dari sistem operasi –) di dunia ini, yaitu MS. Windows. Tapi ketika saya SMA kelas 1, saya baru tahu bahwa OS itu tidak cuma satu. Saya tahu ternyata banyak sekali OS di dunia ini. Salah satunya adalah Linux.

Linux diciptakan oleh seorang mahasiswa Finlandia bernama Linus Benedict Torvald atau yang biasa dipanggil Linus Torvald. Pada masa itu, ada OS yang menarik minat Linus Torvald, yaitu UNIX.
Sayang, harga UNIX ini sangat mahal, dan source code-nya tidak tersedia bebas. Linus Torvald pada waktu itu masih menggunakan Minix.

Minix sendiri diciptakan oleh Prof. Andrew Tanenbaum yang sistemnya merupakan tiruan sederhana dari UNIX tapi digunakan untuk tujuan pendidikan. Karena digunakan untuk pendidikan, maka Prof. Tanenbaum seringkali menolak permintaan untuk menambah fitur pada MINIX. Source code MINIX dapat diperoleh pada disket dan buku yang ddapat dibeli, tapi hak pengandaannya dikendalikan oleh penerbitnya.

Terinspirasi dengan MINIX, Linus pun mencoba membuat OS sendiri, tapi tidak memiliki keterbatasan dalam fitur dan penggandaannya. Selesai mengerjakan proyeknya, Linus pun kemudian memberi nama Freax (gabungan dari kata free, freak, dan X –dari UNIX–). Lho katanya Linux, tapi ini kok Freax ? Sabar dulu, ini kan baru awalnya…

Sebenarnya, Linus Torvald sudah memikirkan nama Linux. Tapi karena meras egois bila menggunakan nama itu, akhirnya Linus Torvald memutuskan menggunakan nama Freax. Linus pun menyimpan hasil kerjanya sebagai Freax di FTP server universitas selama kurang lebih setengah tahun. Seorang teman Linus, yang bernama Ari Lemmke tidak setuju dengan nama Freax, ia lebih menyukai nama Linux. Akhirnya tanpa sepengetahuan Linus, Ari Lemmke mengubah nama Freax menjadi Linux. Pada akhirnya, Linus pun mengakui kalau nama Linux lebih baik daripada Freax, dan seterusnya ia menggunakan nama Linux.

Setelah mengerjakan hasil kerjanya, Linus pun mengirim email ke grup usenet comp.os.minix . Email yang dikirim dengan nada merendah ini ternyata mendapat sambutan yang luar biasa dari para programmer di dunia, bahkan Linus sendiri tak pernah memikirkan hal ini. Programmer-programmer hebat saling kerjasama mengembangkan sistem kernel Linux menjadi system operasi yang siap digunakan.

Distro
Jika saya katakan “distro” ? apakah yang ada dalam pikiran anda ? pasti rata-rata anda mengatakan toko pakaian, butik dan semacamnya. Tapi dalam Linux, distro yang dimaksud bukanlah toko pakaian seperti yang anda bayangkan. Distro adalah pemendekan dari distribution. Istilah distribution ini digunakan dalam dunia Linux, karena banyaknya jenis Linux di dunia ini. Lho katanya Linux itu diciptakan oleh Linus Torvald, kok sekarang ada banyak jenis Linus ? apa Linus Torvald membuat banyak jenis ? Tidak ! Linus Torvald hanya membuat kernel (jantung) dari sistem operasi.

Tapi karena sifat Linux yang Open Source ini, maka banyak orang maupun perusahaan membuat distribusi Linux yang bervariasi. Distribusi Linux adalah paket kernel (yang hanya dibuat oleh Linus Torvald dan beberapa orang yang dipercaya) beserta aplikasi pendukung lainnya seperti desktop manager, aplikasi office, dlsb. Kendali untuk memasukkan kode kernel Linux hanya ada di tangan Linus Torvald. Hanya dia yang memutuskan apakah source code ini atau source code itu layak masuk ke kernel Linux. Hal ini juga berlaku sama dengan kode patch (perbaikan) yang dikirimkan pihak luar untuk para developer kernel. Hal ini dilakukan agar kernel Linux tidak berpotensi banyak bug (error atau cacat dalam kode), dan ukurannya makin membesar.

Kembali lagi ke bahasan kita, distro. Berikut ini contoh-contoh distro besar (dinamakan distro besar karena termasuk distro yang dikenal masayarakat umum dan bersifat umum pula) yang pernah saya temukan di internet dan di dunia nyata :

Mandriva
Ini adalah distro Linux yang pertama kali saya coba (waktu itu saya menggunakan Mandriva 2005 Limited Edition). Ketika baru menginstall distro ini,  rasanya berbeda sekali  dengan WinXP yang saya gunakan.

Fedora
Distro satu ini adalah distro turunan Red Hat yang dikembangkan oleh komunitas Fedora Project. Didukung secara finansial oleh Red Hat Inc. Tapi Red Hat Inc, tidak memberikan dukungan layanan resmi kepada anda. Sebagai gantinya, anda dapat bertanya pada komunitas yang ada. Jika anda ingin serius mempelajari Fedora, saya sarankan anda membaca buku “Zero to Hero : Fedora 8” karangan “mmta & Sto” terbitan Jasakom (http://www.jasakom.com). Buku itu merupakan penyempurnaan dari buku sebelumnya “Fedora Core 4 : Red Hat Linux” yang pernah ditulis “Sto” dari Jasakom juga. Buku ini ( Zero to Hero : Fedora 8 ) akan menuntun anda untuk belajar linux dengan jalan yang benar. Meski saat artikel ini ditulis, Fedora sudah mencapai versi 9, tapi saya rasa ilmu dalam buku tersebut masih berlaku. Buku tersebut juga memberikan bonus DVD Fedora 8 ! Jadi tidak perlu khawatir tidak bisa mempelajari Fedora 8.

Red Hat Enterprise Linux (RHEL)
Perusahaan Red Hat sendiri setelah mengehentikan pengembangan distro Red Hat, memulai menmbuat RHEL. RHEL ini tidak gratis ! Anda harus membayar sejumlah uang kepada perusahaan Red Hat. Uang ini digunakan untuk membayar jasa para support yang siap membantu anda. Ya ! yang dijual disini bukanlah OS RHEL, tapi jasa dari para penyedia support (dukungan ) di perusahaan Red Hat. Perusahaan ini pernah memberikan saham $20 juta untuk Linus Torvald secara gratis. (Anda tidak salah baca! Ye, memang  $20 JUTA SECARA GRATIS).

Slackware

Distro ini dikhususkan untuk orang-orang yang ingin mendalami Linux. Kata orang-orang distro ini cukup sulit, tapi menurut saya, distro ini cukup sederhana. Distro ini termasuk salah satu distro tertua yang masih bertahan hingga kini.

Debian
Debian merupakan salah satu distro tertua, sama seperti Slackware. Jujur, saya tidak pernah mencobanya. Distro ini juga digunakan sebagai basis distro Ubuntu.

Ubuntu
Turunan Debian yang satu ini sangat popular sekarang ini. Paket instalasi Ubuntu kompatibel dengan debian, karena sama-sama menggunakan ekstensi *.deb. Tapi beberapa orang mengatakan Ubuntu tidak 100% kompatibel (cocok) dengan Debian. Para pengembang Ubuntu berusaha membuat Ubuntu sebagai Linux yang semudah mungkin untuk digunakan. Mungkin hal ini dilakukan untuk menggeser OS Windows,
dan agar para pengguna OS Windows mau beralih mau berlatih menggunakan Linux.

BackTrack
Distro khusus untuk para pengguna yang yang berkutat di bidang IT Security, dan kadang-kadang digunakan pula oleh para hacker. Distro ini berisi ratusan tool untuk IT Security, yang juga bisa digunakan untuk kegiatan hacking dan cracking (wah, menarik sekali bagi yang berjiwa hacking dan cracking). Jasakom juga pernah menulis panduan (buku mini) tentang penggunaan BackTrack, judulnya “BackTrack : Panduan untuk PEMULA” yang ditulis oleh “Sto“. Dalam buku itu berisi CD BackTrack 2.0. Tapi saat artikel ini ditulis, BackTrack sudah mencapai versi 3.0. Tapi tenang saja, ilmu dalam buku itu masih bisa bisa digunakan kok.

OK, itu tadi beberapa distro yang pernah saya temui dan beberapa diantaranya pernah saya coba.
Masih banyak distro di dunia ini. Jika ingin melihat statistik distro Linux, silahkan kunjungi DsitroWatch (http://www.distrowatch.com)

Linux tidak hanya sebuah distro, yang hanya digunakan untuk keperluan belajar, kantor atau rumahan.
Linux juga banyak digunakan untuk berbagai keperluan. Misalnya, Linux ditanamkan dalam handphone sebagai sistem operasi handphone. Linux digunakan untuk membuat film animasi 3d berteknologi canggih. Linux ditanamkan dalam mesin game konsol (XBOX, atau PS2). Sejak diciptakan Linux, dunia teknologi berubah. Tidak lagi bergantung pada satu vendor, ataupun ketergantungan pada produk tertentu. Masyarakat bisa memilih. Mana yang terbaik atau mana yang mereka sukai. Semua itu tidak lepas dari peranan seorang Linus Benedict Torvalds yang telah menciptakan Linux.

Terima Kasih Linus !

6 thoughts on “LINUX – Sistem Operasi Yang Mengubah Dunia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s